Setelah membahas tentang open vpn, kali ini saya akan berbagi config ovpn update tgl 13 Agustus 2015
Ada 2 config dengan 2 bug yang berbeda
Alat dan Bahan
1.
Open VPN Client
2.
Config ovpn isat 1
or
3.
Config ovpn isat 2
selamat menikmati
Sedikit pengertian ttg ovpn
Bagi orang awam, vpn sangatlah asing. VPN singkatan dari Virtual Private
Network yaitu Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang
berada
pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya
untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi, dengan enkripsi
Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang
umum, tetapi
traffic (lalu lintas) antar
remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan
traffic yang tidak semestinya ke dalam
remote-site.
Bagi yang sudah sering menggunakan interbet, VPN tidaklah asing, khusus
nya bagi para Phreaker yang mencari bug" dari operator tertentu untuk
internet gratis
Fungsi Vpn sendiri antara lain
Teknologi VPN memiliki tiga fungsi utama, di antaranya adalah :
Confidentially (Kerahasiaan)
Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang
tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN
menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan
adanya teknologi enkripsi itu, keamanan data menjadi lebih terjamin.
Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet
bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data
tersebut, karena data tersebut telah teracak. Jadi, confidentially ini
dimaksudkan agar informasi yang ditransmisikan hanya boleh diakses oleh
sekelompok pengguna yang berhak.
Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat
jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai
gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun
dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat
teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim
hingga data sampai di tempat tujuan.
Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap
sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan
pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari
sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui
apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin
semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang
seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak
lain.
banyak situs" yang menyediakan akun Open VPN gratis diantaranya
- TunVpn.com
- TCPvpn.com
- white-vps.com
- vpngate.net
- dsb
Pengertian lain yang dikutip dari" http://searchenterprisewan.techtarget.com/definition/virtual-private-network"
A remote-access VPN uses a public telecommunication infrastructure
like the Internet to provide remote users secure access to their
organization's network. A VPN client on the remote user's computer or
mobile device connects to a VPN gateway on the organization's network,
which typically requires the device to authenticate its identity, then
creates a network link back to the device that allows it to reach
internal network resources (e.g., file servers, printers, intranets) as
though it was on that network locally. A remote-access VPN usually
relies on either
IPsec or
SSL
to secure the connection, although SSL VPNs are often focused on
supplying secure access to a single application rather than to the whole
internal network. Some VPNs provide
Layer 2 access to the target network; these require a tunneling
protocol like
PPTP or
L2TP running across the base IPsec connection.
A site-to-site VPN uses a gateway device to connect the entire
network in one location to the network in another, usually a small
branch connecting to a data center. End-node devices in the remote
location do not need VPN clients because the gateway handles the
connection. Most site-to-site VPNs connecting over the Internet use
IPsec. It is also common to use carrier
MPLS clouds rather than the public Internet as the transport for site VPNs. Here, too, it is possible to have either
Layer 3 connectivity (MPLS IP VPN) or Layer 2 (
Virtual Private LAN Service, or VPLS) running across the base transport.
VPNs can also be defined between specific computers, typically
servers in separate data centers, when security requirements for their
exchanges exceed what the enterprise network can deliver. Increasingly,
enterprises also use VPNs in either remote-access mode or site-to-site
mode to connect (or connect to) resources in a public infrastructure as a
service environment. Newer hybrid-access scenarios put the VPN gateway
itself in the cloud, with a secure link from the cloud service provider
into the internal network.